Selasa, 22 Februari 2011
Senin, 21 Februari 2011
gitar & pick gitar
macam2 Pick Gitar:
Macam2 Gitar:
Gitar merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan jari-jemari tangan atau sebuah plektrum (alat petik gitar). Bunyinya dihasilkan dari senar-senar yang bergetar.
Gitar bisa berupa gitar akustik atau listrik, atau gabungan keduanya.
Pick up atau sering disebut spul gitar, adalah sebuah transduser elektronika yang mengubah getaran dawai gitar menjadi sinyal listrik. Prinsip dasarnya adalah induksi elektromagnet, yang mana getaran senar “mengganggu” garis-garis gaya elektromagnetik. Perubahan ini menghasilkan Gerak Gaya Listrik yang berupa sinyal sinusoidal listrik. Bentuknya disesuaikan dengan gitar yang menggunakannya atau dari produsen pembuatnya, namun umumnya pick up berbentuk persegi panjang, atau model tertentu.
Mengenal “Pick up”
Alat Penting pada Gitar
Pick up HSS: Kombinasi Humbucker — Single — Single
Bagi seorang gitaris yang lebih sering menggunakan gitar elektris tentu paham dengan spesifikasi yang ada pada alat musik tersebut. Berbeda dari gitar akustik, komponen gitar elektris memang lebih ruwet. Sebab banyak unsur yang menentukan kualitas suara yang dihasilkan pada alat musik tersebut.
Selain badan gitar dan dawai, alat yang paling penting pada gitar elektrik adalah pick up. Apa itu pick up? Sesuai dengan namanya, pick up gitar bertugas “mengambil” suara atau getaran dawai. Pick up adalah sebuah transducer yang akan mengubah getar dawai menjadi energi listrik, lalu diteruskan melalui kabel dan masuk ke dalam amplifier. Pick up ini terletak menempel pada di tengah badan gitar dan jaraknya berdekatan dengan dawai sehingga mampu merekam atau mengambil suara getaran dawai.
Secara fisik, pick up terdiri dari 2 jenis yaitu single coil yang terdiri dari satu pick up dan humbucker yang merupakan gabungan dua pick up. Dari letaknya, pick up bisa dibedakan menjadi pick up neck dan pick up bridge. Sesuai namanya, pick up neck letaknya berdekatan dengan leher (neck) gitar. Sedangkan pick up bridge letaknya berdekatan dengan bridge/tremolo gitar. Kedua pick up ini mempunyai frekuensi yang berbeda. Biasanya pick up bridge mempunyai output yang lebih besar karena getaran dawai akan semakin berkurang ketika mendekati bridge.
Selain itu ada dua jenis pick up yang berbeda, yaitu pick up aktif dan pasif. Pick up aktif adalah pick up yang sudah dilengkapi pre-amp di dalamnya. Pre-amp ini digunakan untuk mendapatkan gain lebih tinggi, membentuk tone, dan mengurangi impedansi output. Kelebihan pick up ini ada pada respons treble yang lebih baik dengan noise yang lebih rendah. Untuk mengaktifkannya diperlukan sebuah baterai.
Sedangkan pick up pasif tidak dilengkapi dengan sirkuit elektronik apa pun di dalamnya dan tidak membutuhkan baterai untuk mengaktifkannya. Umumnya pick up yang ada saat Anda membeli gitar elektris atau akustik adalah pick up jenis ini.
Kadang banyak juga gitaris yang masih belum puas dengan pick up yang ada di gitarnya. Alasannya beragam, seperti kurang puas dengan karakter suara yang dihasilkan oleh pick up yang ada pada gitarnya, atau ingin meniru spesifikasi milik gitaris idolanya, atau malah fanatik dengan merek pick up tertentu. Menurut Ade Bagus, gitaris kelompok Clorophyl yang beberapa waktu lalu tampil di ajang International Java Jazz Festival 2005, biasanya gitaris mengganti pick upnya karena kepuasan pribadi. “Sesuai karakter suara yang dibutuhkan,” katanya. Awalnya ia sendiri mengubah spesifikasi pick up karena tertarik dengan karakter suara gitaris idolanya, Paul Gilbert dan Steve Vai.
Setiap produsen gitar umumnya memang memproduksi sendiri pick up-nya. Namun ada beberapa produsen yang merupakan spesialis pick up seperti DiMarzio, Seymour Duncan, dan EMG. Sampai saat ini produsen-produsen tersebut terus mengembangkan kualitas pick up buatannya. Ini peluang para gitaris untuk memperbaiki karakter atau kualitas suara sesuai yang diinginkannya dengan mengganti pick up sesuai kebutuhan.
Spesifikasi
Pada dasarnya pick up terdiri dari dua komponen, yaitu magnet dan gulungan kawat tembaga yang disebut coil. Gulungan ini melilit ribuan kali pada tiap bobbin. Perbedaan antara besar bobbin, jumlah gulungan, dan ukuran kawat tembaga yang digunakan juga akan memberikan perbedaan pada hasil akhir cara kerja pick up. Jumlah lilitan kabel tembaga yang terlilit di sekitar kumparan juga akan mempengaruhi tampilan pick up dan tone keseluruhan gitar. Jika terlalu banyak memiliki lingkaran, akan mempunyai tingkat output yang tinggi. Sebaliknya, pick up dengan lingkaran yang kecil akan menciptakan suara yang lemah dan tipis.
Ada beberapa jenis magnet yang digunakan untuk pick up gitar. Tapi pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu ceramic dan alnico. Alnico merupakan magnet yang terdiri dari gabungan aluminium, nikel, dan cobalt. Magnet termasuk salah satu yang cukup memberi kontribusi pada tone. Magnet inilah yang akan menentukan seberapa besar medan magnet yang akan tercipta dari getaran dawai. Magnet Ceramic membuat pick up lebih powerfull dan mempunyai dinamika yang lebih lebar. Magnet jenis ini menghasilkan medan magnet yang lebih hebat dibandingkan dengan alnico.
Beberapa produsen juga menyertakan tone guide pada lembar spesifikasinya. Biasanya berupa besar kecilnya repro masing-masing rentan frekuensi. Misalnya pick up buatan DiMarzio, yaitu Super Distortion, tone guidenya yakni bass 8.0, mid 7,5 dan treble 5,5. Ini akan sangat membantu dalam menentukan pilihan pick up.
Mengganti pick up memang bukan perkara yang mudah jika tidak diikuti dengan pengetahuan tentang pick up itu sendiri. Jangan terburu-buru ingin mengganti pick up hanya karena ingin mengikuti karakter suara yang dihasilkan oleh gitaris idola. Sebaiknya memang harus diteliti terlebih dahulu, apakah spesifikasi pick up itu yang benar-benar membuat karakter suara itu terdengar berbeda. Jangan lupa, selain faktor pick up, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi karakter suara, seperti gitar, dawai, sound effect, amplifier, sampai ke permainan gitaris itu sendiri.
PICK…
Pick itu alat yang sering digunakan untuk memetik snar2 gitar.Bila kita tidak ingin menggunakan jari atau ku2 kita, maka kita dapat memakai pick ini sebagai gantinya…
Minggu, 20 Februari 2011
music lives
TIPS MEMILIH CYMBAL
“cymbal saya waktu dicoba di took suaranya enak, tapi waktu saya coba sendiri di band kok beda ya?”, “baru beberapa bulan dipakai kok udah pecah ya cymbal ku?”, apakah anda salah satu dari mereka yang mempunyai keluhan seperti diatas? Jika iya, maka anda wajib untuk membaca tips berikut ini.
Jika memungkinkan, settinglah cymbal yg hendak anda beli sesuai dengan setting yang biasa anda gunakan, lalu mainkanlah seperti anda main di group musik anda (hentakan dan posisi pukulan yang sama), apakah cymbal tersebut sudah memenuhi kriteria yg anda inginkan? Kesalahan yang sering kali terjadi adalah, konsumen hanya mencoba dengan mengetukan jari pada cymbal (mungkin karena sungkan kalau mau mencoba memainkannya), cymbal yang tipis cenderung menghasilkan suara yang nyaring ketika diketuk dengan jari, tapi jangan salahkan sang cymbal jika anda sudah membelinya, lalu anda gunakan untuk musik cadas dan cymbal hanya bisa bertahan “hidup” sebentar saja.
Akan sangat membantu jika anda juga membawa cymbal anda yang lain (dari rumah), hal ini supaya anda bisa membandingkan apakah sudah sesuai dengan karakter sound yang anda inginkan. Perpadukan calon cymbal yang hendak anda beli dengan cymbal pribadi anda, apakah ada keharmonisan diantara mereka berdua? Sekali lagi, jika anda mencoba cymbal, cobalah sebagaimana anda bermain sesungguh’nya dalam kelompok musik anda.
Mintalah teman, atau penjaga took untuk bermain, lalu pantaulah sound yang dihasilkan, apakah sudah sesuai dengan karakter anda? (berlaku sebagai pendengar)
Gunakanlah stick sendiri untuk mencoba calon cymbal anda.
Mintalah pendapat pada teman anda, atau spesialis drum di toko tersebut, jangan malu-malu untuk sering mengajukan pertanyan.
Logika dasar dari cymbal adalah: jika anda pemain musik rock, metal, cadas jangan sekali-kali memilih cymbal yang ringan, pilihlah model cymbal yang berat. Karena cymbal berat cenderung lebih kuat dan tahan lama, dan sangat cocok digunakan secara terus menerus.
engaturan lainnya pada channel
48v Phantom
Ada beberapa tipe microphone yang salah satunya adalah merupakan mic condeser, mic jenis ini butuh tenaga tambahan untuk membuatnya bekerja. Untuk itulah tombol 48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v DV ke microphone sebagai penyuplai tenaga, atau juga ke DI Box aktif.
Perhatikanlah baik-baik, karena pada beberapa mixing console tidak terdapat switch phantom secara individual, melainkan hanya terdapat satu tombol saja untuk mengaktifkan phantom bagi seluruh channel, maka periksalah terlebih dahulu, bila semua kabel yang terkonek ke konsole adalah merupakan input balance, ini tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi bila salah satu atau beberapa diantaranya merupakan tidak balance, maka ini akan menimbulkan masalah.
PAD
Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, tombol ini berfungsi untuk mengurangi gain input dari 20 samapi 30db. Tombol ini bukan merupakan tombol putar yang bisa diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain input akan berkurang antara 20 sampai 30db tergantung mixer (baca:manual booknya). Dan bila anda kurang teliti, ini akan menyebabkan mic jadi tidak terdengar karena pengurangan tersebut. Jadi tombol PAD diperlukan hanya untuk signal yang overload. Dan itupun bila setelah dikurangi pada tombol gain ternyata masih tetap terlalu kuat.
Reverse
Adalah untuk membalikan phase. Pada setiap masukan selalu terdiri minimal lebih dari satu sambungan. Misalnya microphone yang dengan konektor XLR pasti terdapat tiga pin (pin1-ground, pin2-hot/positif, pin3 cold/negatif). Bila salh satu pin terbalik (pin2 dan pin3), maka suara yang dihasilkan akan berbeda. Ini sangat terasa bila terjadi pada channel kick drum. Yang kalau pin berada pada posisi benar, maka pada saat kick dihentak, konus speaker akan bergerak kedepan dan menghembuskan udara ke arah anda bukannya ke belakang. Sedang kalau pin terbalik, konus akan bergerak ke belakang dan menghisap udara dari arah anda.
Untuk itulah tombol reverse berguna, yang bila diaktifkan akan membalik phase dari channel (positif menjadi negatif). Ini juga berguna untuk kasus dua buah mic dengan posisi sangat berdekatan sehingga terjadi canceling phase, yang akan mengakibatkan sound terdengar hampa (dengan kehilangan suara rendahnya). Hal ini sering terjadi bila anda tidak teliti terhadap semua plus minusnya kabel. Dan jangan cepat panik bila saat anda setting disuatu tempat, anda mendengar nada rendah yang terlihat loyo, bisa terjadi dikarenakan keterbalikan phase tersebut.
Sebagai contoh sederhana : hubungkan output dari cd player ke mixing console. Dan dengarkan suaranya dengan seksama. Kemudian tekanlah tombol reverse dari salah satu channel. Dngarkan lagi suaranya. Pasti salah satunya lebih baik.
Mic/line
Switch tekan ini untuk merubah sirkit gain control. Tergantung apakah yang menjadi input adalah mic, effect return atau tape deck/CD. Pada banyak mixing console terdapat terminal input yang terpisah antara mic dan line input pada channel yang sama. Input mic biasanya menggunakan tipe konektor balans 3 pin XLR atau kadang biasa disebut jack Canon. Sedangkan line input menggunakan jack seperti yang biasa dipakai jack gitar.
Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan diantara keduanya.
Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.
High Pass filter
Akan memotong frekuensi rendah dari input yaitu dari 80 Hz ke bawah. Ini dapat diaktifkan (IN) bila dari sumber suara tidak memproduksi suara dengan jangkauan frekuensi serendah itu. Misalnya Hi-Hat, vokal, gitar (khususnya akustik).
Namun tidak perlu diaktifkan (OUT) terhadap channel drum (kick dan beberapa tom) dan bass gitar. Karena bila diaktifkan akan mengakibatkan channel tersebut kehilangan frekuensi rendahnya.
EQ In/Out
Merupakan switch sederhana untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan section EQ pada channel. Juga berguna untuk membandingkan sound yang telah diEQ hanya dengan menekan tombol tersebut bolak-balik.
“cymbal saya waktu dicoba di took suaranya enak, tapi waktu saya coba sendiri di band kok beda ya?”, “baru beberapa bulan dipakai kok udah pecah ya cymbal ku?”, apakah anda salah satu dari mereka yang mempunyai keluhan seperti diatas? Jika iya, maka anda wajib untuk membaca tips berikut ini.
Jika memungkinkan, settinglah cymbal yg hendak anda beli sesuai dengan setting yang biasa anda gunakan, lalu mainkanlah seperti anda main di group musik anda (hentakan dan posisi pukulan yang sama), apakah cymbal tersebut sudah memenuhi kriteria yg anda inginkan? Kesalahan yang sering kali terjadi adalah, konsumen hanya mencoba dengan mengetukan jari pada cymbal (mungkin karena sungkan kalau mau mencoba memainkannya), cymbal yang tipis cenderung menghasilkan suara yang nyaring ketika diketuk dengan jari, tapi jangan salahkan sang cymbal jika anda sudah membelinya, lalu anda gunakan untuk musik cadas dan cymbal hanya bisa bertahan “hidup” sebentar saja.
Akan sangat membantu jika anda juga membawa cymbal anda yang lain (dari rumah), hal ini supaya anda bisa membandingkan apakah sudah sesuai dengan karakter sound yang anda inginkan. Perpadukan calon cymbal yang hendak anda beli dengan cymbal pribadi anda, apakah ada keharmonisan diantara mereka berdua? Sekali lagi, jika anda mencoba cymbal, cobalah sebagaimana anda bermain sesungguh’nya dalam kelompok musik anda.
Mintalah teman, atau penjaga took untuk bermain, lalu pantaulah sound yang dihasilkan, apakah sudah sesuai dengan karakter anda? (berlaku sebagai pendengar)
Gunakanlah stick sendiri untuk mencoba calon cymbal anda.
Mintalah pendapat pada teman anda, atau spesialis drum di toko tersebut, jangan malu-malu untuk sering mengajukan pertanyan.
Logika dasar dari cymbal adalah: jika anda pemain musik rock, metal, cadas jangan sekali-kali memilih cymbal yang ringan, pilihlah model cymbal yang berat. Karena cymbal berat cenderung lebih kuat dan tahan lama, dan sangat cocok digunakan secara terus menerus.
engaturan lainnya pada channel
48v Phantom
Ada beberapa tipe microphone yang salah satunya adalah merupakan mic condeser, mic jenis ini butuh tenaga tambahan untuk membuatnya bekerja. Untuk itulah tombol 48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v DV ke microphone sebagai penyuplai tenaga, atau juga ke DI Box aktif.
Perhatikanlah baik-baik, karena pada beberapa mixing console tidak terdapat switch phantom secara individual, melainkan hanya terdapat satu tombol saja untuk mengaktifkan phantom bagi seluruh channel, maka periksalah terlebih dahulu, bila semua kabel yang terkonek ke konsole adalah merupakan input balance, ini tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi bila salah satu atau beberapa diantaranya merupakan tidak balance, maka ini akan menimbulkan masalah.
PAD
Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, tombol ini berfungsi untuk mengurangi gain input dari 20 samapi 30db. Tombol ini bukan merupakan tombol putar yang bisa diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain input akan berkurang antara 20 sampai 30db tergantung mixer (baca:manual booknya). Dan bila anda kurang teliti, ini akan menyebabkan mic jadi tidak terdengar karena pengurangan tersebut. Jadi tombol PAD diperlukan hanya untuk signal yang overload. Dan itupun bila setelah dikurangi pada tombol gain ternyata masih tetap terlalu kuat.
Reverse
Adalah untuk membalikan phase. Pada setiap masukan selalu terdiri minimal lebih dari satu sambungan. Misalnya microphone yang dengan konektor XLR pasti terdapat tiga pin (pin1-ground, pin2-hot/positif, pin3 cold/negatif). Bila salh satu pin terbalik (pin2 dan pin3), maka suara yang dihasilkan akan berbeda. Ini sangat terasa bila terjadi pada channel kick drum. Yang kalau pin berada pada posisi benar, maka pada saat kick dihentak, konus speaker akan bergerak kedepan dan menghembuskan udara ke arah anda bukannya ke belakang. Sedang kalau pin terbalik, konus akan bergerak ke belakang dan menghisap udara dari arah anda.
Untuk itulah tombol reverse berguna, yang bila diaktifkan akan membalik phase dari channel (positif menjadi negatif). Ini juga berguna untuk kasus dua buah mic dengan posisi sangat berdekatan sehingga terjadi canceling phase, yang akan mengakibatkan sound terdengar hampa (dengan kehilangan suara rendahnya). Hal ini sering terjadi bila anda tidak teliti terhadap semua plus minusnya kabel. Dan jangan cepat panik bila saat anda setting disuatu tempat, anda mendengar nada rendah yang terlihat loyo, bisa terjadi dikarenakan keterbalikan phase tersebut.
Sebagai contoh sederhana : hubungkan output dari cd player ke mixing console. Dan dengarkan suaranya dengan seksama. Kemudian tekanlah tombol reverse dari salah satu channel. Dngarkan lagi suaranya. Pasti salah satunya lebih baik.
Mic/line
Switch tekan ini untuk merubah sirkit gain control. Tergantung apakah yang menjadi input adalah mic, effect return atau tape deck/CD. Pada banyak mixing console terdapat terminal input yang terpisah antara mic dan line input pada channel yang sama. Input mic biasanya menggunakan tipe konektor balans 3 pin XLR atau kadang biasa disebut jack Canon. Sedangkan line input menggunakan jack seperti yang biasa dipakai jack gitar.
Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan diantara keduanya.
Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.
High Pass filter
Akan memotong frekuensi rendah dari input yaitu dari 80 Hz ke bawah. Ini dapat diaktifkan (IN) bila dari sumber suara tidak memproduksi suara dengan jangkauan frekuensi serendah itu. Misalnya Hi-Hat, vokal, gitar (khususnya akustik).
Namun tidak perlu diaktifkan (OUT) terhadap channel drum (kick dan beberapa tom) dan bass gitar. Karena bila diaktifkan akan mengakibatkan channel tersebut kehilangan frekuensi rendahnya.
EQ In/Out
Merupakan switch sederhana untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan section EQ pada channel. Juga berguna untuk membandingkan sound yang telah diEQ hanya dengan menekan tombol tersebut bolak-balik.
Langganan:
Komentar (Atom)





